Jumat, Juli 25, 2014

komentarku atas pernyataan Prof. Dr. KH,.Malik Madani


 Prof. Dr. KH,.Malik Madani menyatakan : 

Nahdlatul Ulama (NU) adalah jam'iyah (organisasi)
yang didirikan oleh para Kiai Pengasuh Pesantren. Tujuan
didirikannya NU ini di antaranya adalah; a) memelihara,
melestarikan, mengembangkan dan mengamalkan ajaran
Islam Ahlussunnah Wal-Jamaah yang menganut pola
madzhab empat: Imam Hanafi, Imam Maliki, Imam Syafi'i
dan Imam Hanbali, b) mempersatukan langkah para ulama
dan pengikut-pengikutnya, dan c) melakukan kegiatan-
kegiatan yang bertujuan untuk menciptakan kemaslahatan
masyarakat, kemajuan bangsa dan ketinggian harkat serta
martabat manusia. Lihat buku
Kiyai NU atau wahabi yang sesat tanpa sadar? 11
Komentarku ( Mahrus ali): 
Setahu saya bermadzhab itu haram bukan wajib, sebab pengikutnya hanya bertaklid kepada imam madzhabnya tanpa mengetahui dalilnya dan hal ini bertentangan dengan ayat:
وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولا
               Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui dalilnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. ( Al isra` 36 ).
  Allah memerintah agar mengikuti sesuatu yang berdalil sedang taklid pada imam madzhab adalah ikut tanpa tahu dalilnya, ikut tanpa dalilpun diikuti. Ikut total kepada seseorang tidak boleh. Dan ini sangat berbahaya bukan menyelamatkan.
Allah berfirman:
قُلْ إِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّيَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَالْإِثْمَ وَالْبَغْيَ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَأَنْ تُشْرِكُوا بِاللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا وَأَنْ تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ(33)
Katakanlah: “Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak ataupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui”. Al a`raf


Bermadzhab sebetulnya barang baru dan secara kenyataan   pada masa  sahabat  tidak ada  madzhab  dan sebetulnya imam empat itu sendiri tidak mendirikan madzhab dan mereka juga mencabut segala perkataan dan pendapat mereka yang bertentangan dengan Al Quran dan hadis. Lalu untuk apakah berpegangan kepada ajaran madzhab bila memang  ajarannya yang keliru telah di cabut sendiri.
Imam Ahmad berkata :.
لاَ تُقَلِّدْنِي وَلاَ مَالِكًا وَلاَ الثَّوْرِيَّ وَلاَ الشَّافِعِيَّ ;
Jangan ikut kepadaku,atau Imam Malik, Tsauri atau Syafii

Ali ra  berkata :
مَا كُنْتُ لِأَدَعَ سُنَّةَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِقَوْلِ أَحَدٍ *
Aku  tidak akan meninggalkan sunah Nabi  S.A.W.    karena  perkataan orang “. [1]
Imam Malik berkata :
إنَّمَا أَنَا بَشَرٌ أُصِيبُ وَأُخْطِئُ فَاعْرِضُوا قَوْلِي عَلَى الْكِتَابِ وَالسُّنَّةِ
        Aku hanyalah manusia, terkadang pendapatku benar, di lain waktu kadang salah. Karena itu, cocokkan perkataanku ini dengan kitabullah dan hadis Rasulullah.


Imam Syafii yang menyatakan :
إذَا صَحَّ الْحَدِيثُ فَاضْرِبُوا بِقَوْلِي الْحَائِطَ وَإِذَا رَأَيْت الْحُجَّةَ مَوْضُوعَةً عَلَى الطَّرِيقِ فَهِيَ قَوْلِي.
Bila ada hadis sahih, maka  lemparkan perkataanku ke tembok. Bila kamu lihat hujjah telah berada di jalan, maka  itulah perkataan ku
 لاَ تُقَلِّدْ دِينَك الرِّجَالَ فَإِنَّهُمْ لَنْ يَسْلَمُوا مِنْ أَنْ يَغْلَطُوا.
Dalam masalah agama,jangan ikut orang, sebab  mereka mungkin juga salah.
Saya  hawatir bermadzhab itu termasuk ayat :

إِنَّ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا لَسْتَ مِنْهُمْ فِي شَيْءٍ إِنَّمَا أَمْرُهُمْ إِلَى اللَّهِ ثُمَّ يُنَبِّئُهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُوْنَ
Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agamanya dan mereka (terpecah) menjadi beberapa golongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu terhadap mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah (terserah) kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat.[2]



Bersikokoh kepada ajaran madzhab sama dengan menyatakan seolah pendapat imam Madzhab itu benar, tidak salah dan harus dipegang, tidak boleh di lepas sekalipun bertentangan  dengan  dalil. Ini mirip  dengan ayat:
اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا إِلَهًا وَاحِدًا لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ
Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah, dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.[1]
Setahu saya dari lapangan, ilmu dan pengalaman saya, kebanyakan pengikut madzhab itu ahli bid`ah bukan ahlus sunnah, suka dengan kebid`ahan anti dalil, bahkan tidak suka dengan dalil, namun suka dengan pendapat ulama yang di akui dikalangan madzhabnya bukan ulama yang tidak diakui dikalangan madzhab. Menurut saya, saya masih belum menemukan dalil yang memperbolehkan  bermadzhab
Bermadzhab itu membikin perpecahan, bukan mempersatukan, membikin kebencian antara umat Islam, bukan saling kasih sayang. Karena itu, dikatakan  bermadzhab adalah  salah satu bentuk kesyirikan. Lihat ayat sbb:
وَأَقِيمُوا الصَّلاَةَ وَلاَ تَكُونُوا مِنَ الْمُشْرِكِينَ(31)مِنَ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ(32)
Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui, dengan kembali bertaubat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta dirikanlah shalat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah, yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.  Rum 31-32

Mau nanya hubungi kami:
088803080803( Smartfren). 081935056529 (XL ) atau  08819386306   ( smartfren)
Alamat rumah: Tambak sumur 36 RT 1 RW1Waru Sidoarjo Jatim



[1] At Taubah 31