Minggu, Maret 26, 2017

kisah hoax Dajjal ke 35

KIsah hoax Dajjal ke 35.
Jawabanku untuk menara putieh
Anda menyatakan:

Ahad belum tentu garib namun garib sudah pasti mnjadi bagian hadits Ahad krn di dalam hadits ahad ada yg namanya hadits masyhur.. aziz dan gharib..
saya sudah mnjawabnya sekarang dgn hormat giliran pak ustad untuk mnjawab mana dalilnya yang mngatakan khobar ahad bereifat mungkar....??

Komentarku ( Mahrus ali ) :
Kalau kamu maksudkan dalil dr al quran dan hadis, mk sy tdk menjumpainya dikitab – kitab yg saya miliki . Insya Allah ahli hadis yg lain ya bgt.
Pertanyaan mu itu nyeleneh sekali .  Tentang masalah  hadis gharib munkar tertolak kok Tanya dalil dr al quran atau hadis. Sm dg km Tanya mana dalilnya cacat sanad adalah tadlis, inqitha`, perawi yg dusta, sanad yg syadz , lalu anda Tanya mana dalilnya dr al quran.

Anda menyatakan:
a.MAAF saya tidak menanyakan tentang pendapat ulama terdahulu yg mnghukumi hadits garib dan saya tdk menanyakan ciri hadits mungkar itu apa tapi yang saya tanyakan adalah  standar ilmu apa yg di pakai seseorang untuk menerima atau menolak hadits yg di riwayatkan oleh perawi tunggal...
Komentarku ( Mahrus ali ) : sbtulnya kalau kamu phm perkataan ulama  itu , mk km th bahwa sebagian hadis yg  tertolak itu adalah  hadis yg di riwayatkan satu orang dan orang lain tdk kenal. Lihat komentar Imam Abu Hanifah kemarin sbb:

Imam Abu Hanifah menyatakan  sinyal kelemahan hadis adalah perawi secara  sendirian meriwayatkan hadis  bukan sahabat yg lain .
3ـ ألا يكون فيما تعم به البلوى العلمية أو العملية، أي أن المحدث يتفرد بحديث في حين سائر الصحابة لا يعلمون مع أنه من الأمور العلمية العامة
3. Agar tidak termasuk musibah ilmiyah atau amaliyah yg umum – yaitu  seorang perawi  hadis menyampaikan  hadis secara  sendirian. Pada  hal sahabat yg lain  tidak mengetahui. Dan ia termasuk masalah ilmiyah yg umum.
http://www.dd-sunnah.net/forum/showthread.php?t=152431

- كراهية المتقدمين لرواية الغريب:
كان المتقدمون من علماء الحديث يكرهون رواية الغرائب وما تفرد به الرواة، ويعدونه من شَرِّ الحديث، كما قال الإمام مالك رحمه الله: "شَرُّ العلم الغريبُ، وخيرُ العلم الظاهرُ الذي قد رواه الناس" 1،
Hukum hanya seorang perawi yang meriwayatkan  hadis.( tafarrud )
1.     Ulama hadis  dahulu tidak suka atau benci terhadap riwayat  gharib ( nyeleneh )
Ulama hadis dahulu benci  terhadap  terhadap riwayat – riwayat yang gharib ( nyeleneh )  dan  hadis yang  di riwayatkan   oleh seorang  perawi , lalu di anggap   sebagai  hadis yang  terjelek  sebagaimana  di katakan   oleh Imam Malik rahimahullah: Ilmu  terjelek  adalah  yang gharib  dan  ilmu yang  terbaik adalah  yang tampak yang di riwayatkan oleh manusia. ( banyak ).
Km hrs bisa menyimpulkan bahwa riwayat dr perawi tunggal menurut pakar hadis dulu tertolak. …………..

Sy tambahi lg , hadis yg tertolak adalah hadis yg cacat sanad dan matannya baik gharib atau bukan.
أولها الصحيح وهو ما اتصل ... إسناده ولم يشذ أو يعل
4 - يرويه عدل ضابط عن مثله ... معتمد في ضبطه ونقله
Intinya  hadis sahih itu tdk syadz sanadnya dan tdk cacat……………………..
Makanya bila hadis sanadnya cacat tdk sahih, apalagi matannya jg cacat.

Anda menyatakan:



d.jika saya di katakan MENENTANG tentu keadan saya sama dgn keadan pak ustad yg menentang hadits seputar dajjal yg  bernilai garib namun muttawatir secara maknawi dan saya senang di katakan penentang.. kritikus yg berfikiran kritis krn dgn itu ada byk hal yg bisa saya ambil dari sikap saya yg demikian sebab saya tidak mau manut trhadap perkataan seseorang tanpa harus mngetahui seluk beluk apa dia ucapkan tidak mau manut  sblm saya menemukan kebenaran yg hakiki...
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Anda menentang perkataan ulama td tanpa alasan dan tanpa jln keluar , dan tdk memberikan solusi  gantinya……………
Tp sy menentang hadis Dajjal karena cacat sanad dan matannya nentang al qur an . Sm menentangnya tapi menentangmu  tanpa argumen dan sy menentang dg argumen yg ilmiyah.
Kmu menenrima hadis Dajjal pun tanpa argumen yg ilmiyah . Sdh tentu lebih baik sy yg menentang dg argumen yg ilmiyah , aqli dan naqli.
Bila anda keritis , sayang keritis  anda untuk menyalahkan yg benar bukan menyalahkan yg salah. Hadis Dajjal km dukung pd hal ia nentang al quran . ini kekeliruan yg bahaya .
Hadis Dajjal bila di katakan mutawatir maknawi , hakikatnya adalah nentang al quran . Seandainya hadis itu mutawatr lafdhan wa maknan , mk ttp tdk bisa dibuat pegangan karena nentang al quran.
Kalau di benarkan , kita akan menyalahkan al quran.


Anda menyatakan:

a.maaf lagi2 saya tidak menanyakan pendapat ulama terdahulu tapi yang saya tanyakan adalah tipe hadist2 garib dan tingkatan hukumnya..

Komentarku ( Mahrus ali ) :
Kalau ulama  dulu menyatakan hadis  gharib dikatakan hadis munkar . Ulama  sekarang ini , menyatakan hadis  gharib ada yg sahih . Walaupun kebanyakan lemah.
Tp menurut sy , hadis Dajjal tdk bisa di sahihkan karena sanad dan matannya rusak / cacat.


Anda menyatakan:
#.pak ustad tidak berusaha untuk memilah dan cendrung selalu mmbenturkan antara mana hadits yg garib > hadits yang nilai redaksi atau matanya baik > hadits yg cacat secara matan > hadits yg cacat secara matan dan sanad SEMUA pak ustad benturkan lalu buru2 mnyimpulakan dangan kesimpulan HOAX krn haditsnya garib dan redaksinya awut -awutan krn bententangan dgn matan hadits yg lain... jika begitu kaidahnya dlm mengkritisi sebuah hadits lalu dari mana kita bisa menimbang nilai hukum dari sebuah hadits...

Komentarku ( Mahrus ali ) :
Maunya  kamu, hadis yg pengertiannya  bertentangan di terima? Lalu mn yg lebih berhak diterima hadis yg bertentangan itu , bila sm sm sahihnya.
Karena itu kembalilah kpd kaidah :
وَذُو اخْتِلاَفِ سَنَدٍ أَوْ مَتْنٍ    مُضْطَرِبٌ عِنْدَ أُهَيْلِ اْلفَنِ
      Kekacauan sanad atau redaksi termasuk mudhtharib menurut ahli mustholah hadis.
Hadis yg bertentangan dg al quran di terima ? Lalu dikatakn sahih tdk hoax. Ini tambah membingungkan.

Komentarku ( Mahrus ali ) :


b.MAAF pak ustad saya bukan tipe orang yg cepat mnyimpulkan suatu perkara krn saya mbutuhkan waktu dan pendalaman sesuia kadar ilmu yg saya miliki dan dalam bertanya saya tdk pernah memaksa pak ustad dgn kata CEPAT krn saya tau ini bukan prkara mudah....

Komentarku ( Mahrus ali ) :
Silahkan , jawaban cepat atau lambat . Yg penting benar . Jgn lambat jawabannya tp salah.

Anda menyatakan:

tanggapan :
a.Hr muslim yg mnyatakan munculnya dajjal dari arah barat melalui kabar Tamim adhrimy smtra masih pada riwayat yg sm yaiutu HR muslim dgn sabda Rasulullah dari barat PERTANYAANYA dari segi konteks:
.knp pak ustad malah membenturkan konteks hadistnya antara perkataan Tamim adharimy dan sabda Rasulullah  lalu TIDAK mngambil hadits yg redaksinya lebih kuat dan cendrung malah dgn metode pnbenturan trsebut menganggap semua redaksinya mnjadi awut -awutan dan layak untuk di lemahkan, belum lagi HR Tirmidzi melalui sabda Rasul dan HR Ibnu Majah melalui perkataan Abu Bakar As sidhiq yg sama2 mnyatakan munculnya dajjal dari arah timur... apakah hny krn prkataan Tamim Adharimi yang tdk sama dgn prkataan Rasul dan sahabat Abu Bakar bisa mnjadikan perkataan Rasul dan Abu Bakar juga akan di kita lemahkan ...

Komentarku ( Mahrus ali ) :
Ini tanda km tdk phm hadis  dan ngeyel sekali . saya sampaikan perkataan tamim addadri yg sdh di setujui oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam  , sdh di takrir. Lihat kalimat hadisnya : 
قَالَ إِنِّي وَاللَّهِ مَا جَمَعْتُكُمْ لِرَغْبَةٍ وَلَا لِرَهْبَةٍ وَلَكِنْ جَمَعْتُكُمْ لِأَنَّ تَمِيمًا الدَّارِيَّ كَانَ رَجُلًا نَصْرَانِيًّا فَجَاءَ فَبَايَعَ وَأَسْلَمَ وَحَدَّثَنِي حَدِيثًا وَافَقَ الَّذِي كُنْتُ أُحَدِّثُكُمْ عَنْ مَسِيحِ الدَّجَّالِ

 Beliau  bersabda: "Demi Allah, sesungguhnya aku tidak mengumpulkanmu karena mensuport ibadah atau menakuti ( siksa akhirat ) , tapi aku mengumpulkan kalian karena Tamim Ad Dari dulunya orang nasrani lalu ia datang, berbaiat lalu masuk Islam." Ia menceritakan suatu hadits padaku, sama seperti hadits yang aku ceritakan kepada kalian tentang Masih Dajjal.

Anda menyatakan:
ada sbuah analogi ilmiyah :
jika ada 3 orang yg secara bersendirian mngatakan tentang tugu monas :
fulan a : tugu monas simbol kota jakarta
fulan b : tugu monas adalah monunen sejarah dan tempat wisata
fulan c : tugu monas sering di jadikan tempat brkumpulnya masa untuk mnyampaikan orasi
apakah kita mau mngingkari eksistensi tugu monas...??

Komentarku ( Mahrus ali ) :
Analog yg salah , tdk benar, bila hal itu di arahkan kpd hadis Dajjal yg sanad dan matanya cacat scr ilmiyah .




Anda menyatakan::
ini pernyataan Rasional yg sering di ajukan orang filsafat yg lebih senang mngedepankan akal maka harus di di jawab dgn akal pula..
a.siapa bapak ibunya,, bgm penciptaanya dengan asbab,,tanpa asbab atau bertentangan dgn asbab.. mana dalilnya..

 BUKANKAH islam lebih mngedepankan dalil ketimbang akal dan bukankah islam melarang mbahas masalah agama tanpa di sertai dalil dan jika hrs di paksakan untuk mnjawab yg sementara tak ada dalilnya bukankah prtanyaan2 sprti ini mirip2 dgn prtanyaan orang atheis dan syiah  yg mnanyakan tentang seputar konsep ketuhanan "bisakah tuhan mnciptkan batu yg lebih besar dari dirinya jika jawabanya bisa maka dia bukan tuhan krn kalah kebesaranya dgn batu ciptaanya, jika di katakan tdk berarti dia bukan tuhan krn tdk bisa mnciptakan batu yg lebih besar darinya... Apakah dengan demikian kita akan mngingkari bahwa tuhan maha besar dan maha pencipta....??
apakah salahnya orang kafir yg di takdirkan Allah menjadi penganut agama di luar islam sejak lahir hingga mati.. apakah kita mau bilang Allah itu zalim dan tidak adil...???

Komentarku ( Mahrus ali ) :
Lain masalah ketuhanan Allah dg dajjal . Jgn di samakan. Keberadaan Allah itu ada dlm al quran . Kalau keberadaan Dajjal tdk dicantumkan dlm al quran.
Bila jawabanmu itu di ikuti lalu kita menyatakan keberadaan Dajjal benar, mk kita akan kufur dg banyak ayat.
Sdh jwb sj pertanyaan sy tadi dg akal yg sehat. Jawabanmu spt itu karena tdk bisa jwb yg benar. Ini namanya ngeyel lg.

Anda menyatakan:

 bagaimana mgkn ada yang mampu melakukan prjalanan isra'miraj dari masjid haram kemasjidil aqsa naik sidratul muntaha hny dalam waktu satu malam jika kajian yg di pakai hanya mngedepankan akal apakah juga kita mau mnginkari peristiwa tersebut....???

Komentarku ( Mahrus ali ) :
Ini persepsi yg salah lg . Rasulullah shallallahu alaihi wasallam   Isra` ada dalilnya dr al Quran tdk boleh di ingkari. Untuk Dajjal , Quran tdk menyebutkan keberadaan nya , mlh bertentangan dg al quran. Jadi keberadaab Dajjal  dan Isra` jgn di samakan.
Untuk masalah  Mi`raj kita akan bahas jg di masa mendatang.

Anad menyatakan:
b. ingin mngkritisi hadits2 yg mnceritakan tempatnya dajal lalu mau menimbangnya dgn akal & mnggunkan teknologi maka ini adalah sebuah pola pikir yang sangat KELIRU knp demikian sebab secanggih - canggihnya alat yg di buat manusia pasti pny titik lemah buktinya amerika dan rusia memiliki senjata yg di namakan rudal pintar yg di kendalikan dgn GPS toh masih saja sering salah mnghantam sasaran mala kualisinya sendiri yg jadi target rudalnya... kurang canggih apa amerika dlm menangkap syaikh Ossama bin laden toh alat tdk berfungsi byk dlm penangkapan beliau mlainkan bantuan dri para pengkhianat .. kurang canggih apa negara2 kualisi yg mnggempur daulah islamiya (is)knp hny untuk mnentukan titik kberadan syaikh Abu Bakar Al Baghdadi mreka tdk mampu bknkah beliau seorang  tokoh nyata bkn majhul apa lagi ini masalah dajjal mau di timbang dgn alat canggih justru tdk rasional..
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Tp masalah Dajjal kan sdh dijlska tempat keluarnya di Khurasan sbgmn hadis yg katanya sahih. Aneh pemerintah sn tdk menemukannya.
Kalau di samakan dg al baghdadi lain jg dg Dajjal. Orang dekat al baghdadi tahu tempatnya . Tp kalau Dajjal , tiada fakta lokasinya.
Sy kurang antusias menjawab pertanyaan anda selanjutnya karena terkesan ngeyel.



Anda menyatakan:

a.yang di maksud KAMI dalam mahalah buhus iskamiyah itu siapa..?

b.bukanya  sudah menjadi tugas pembimbing dalam sebuah grub untuk mnjelasakan dgn gamblang soal knp sampai tertolaknya beberwapa hadits krn tafarudnya perawi kuffah dan irak... kapasitas saya di sini cm member dan bukankah pak ustad prnh mnyampaikan : "Anda hrs  siap menjaga  sgl kemungkinan pertanyaan yg akan di sampaikan orang yg ahli  sblm memutuskan ............Jd hrs th bgmn jawabannya sblm  artikel di ketengahkan. .............
jadi bagi menurut saya yang pnya artikel pak ustad ..yang pny grup pak ustad.. yg jadi pembimbing pak ustad  bisakah pak ustad mnjelaskan dengan gamblang knp taffarudnya perawi kuffah dan irak sampe tertolak...
Komentarku ( Mahrus ali ) :
وكانت (مجلة البحوث الإسلامية المقدمة من شركة الدار العربية لتقنية المعلومات)
Majalah buhus islamiyah  adalah di terbitkan  oleh  Dar Al Arabia Perusahaan Teknologi Informasi)  Saudia

Mestinya perawi Medinah lebih tahu terlebih dahulu dr pd perawi Irak . Tp aneh  sekali ribuan perawi medinah tdk phm hadis  itu lalu hanya satu orang perawi Irak yg th.

Anda menyatakan :
a.ijma terbagi menjadi dua QAULI ( persetujuan yg di sampaikan secara lisan maupun tulisan) dan ijma SUKUTI (diamnya para ulama tdk mngeluarkan pendapat) di anggap juga ijma

apakah hadits tentang dajjal  serta pendapat para ulama yang percaya akan adanya dajjal yg ada dalam berbagai kitab bkn merupakan ijma...??

b.apakah berkumpulnya di suatu tempat dan dalam satu waktu mnjadi syarat terpenuhinya ijma...???


Komentarku ( Mahrus ali ) :
Ini jawaban sy yg lalu :
Ada sebagian ulama menyatakan:
وكم من إجماعٍ نقلوه وهو أبطل من الباطل. ولنا أن نذكر مقولة الإمام أحمد: «من ادعى الإجماع فهو كاذب
Banyak  ijma` yang mereka kutip  ternyata paling keliru. Kita ingat perkataan Imam Ahmad : Barang siapa yang  menyatakan Ijma` adalah  pendusta.
Ibnu Taimiyah berkata:
ولكن كثير من المسائل يظن بعض الناس فيها إجماعا ولا يكون الأمر كذلك بل يكون القول الآخر أرجح في الكتاب والسنة.
Tapi banyak sekali masalah – masalah yang dikira sebagian manusia mendapat Ijma`. Tapi hakikatnya  tidak begitu. Bahkan perkataan lainya  lebih  rajih ( dominan ) dalam  kitab al Quran dan sunnah ( maksudnya pendapat yang lain lebih cocok  menurut  al quran dan sunnah ) . Lihat  di Majmu`  fatawa  juz 20
Ibnu Hazem berkata:
المحلى [مشكول و بالحواشي] - (ج 7 / ص 345)
وَرَحِمَ اللَّهُ أَحْمَدَ بْنَ حَنْبَلٍ فَلَقَدْ صَدَقَ إذْ يَقُولُ: مَنْ يَدَّعِي الإِجْمَاعَ فَقَدْ كَذَبَ، مَا يُدْرِيهِ لَعَلَّ النَّاسَ اخْتَلَفُوا  لَكِنْ لِيَقُلْ: لا أَعْلَمُ خِلافًا، هَذِهِ أَخْبَارُ الْمَرِيسِيِّ، وَالأَصَمِّ.
Semoga Allah memberi rahmat  kepada Imam  Ahmad bin Hambal . Sungguh benar beliau ketika  berkata: Barang  siapa yang mengaku Ijma` maka  sungguh dia berdusta.  Apakah dia tahu  barang kali manusia beda pendapat. Tapi katakan saja: Aku tidak tahu hilap dalam masalah ini. ………. Ini  adalah  berita – berita al marisi dan al asham (  ya`ni kabar Burung ).
وقال ابن القيّم :
« وكذلك الشافعي أيضا نصّ في رسالته الجديدة على أنّ ما لا يعلم فيه خلاف لا يقال له إجماع ، ولفظه لا يعلم فيه خلاف ، فليس إجماعا

Ibn Qayyim berkata: Begitu juga Imam Syafii menulis nas dalam  risalahnya yang baru bahwa  masalah yang  tidak diketahui terdapat hilap padanya  tidak boleh dikatakan Ijma` . Kalimatnya :
لا يعلم فيه خلاف ، فليس إجماعا
Tiada  hilap dalam suatu masalah bukan menunjukkan  Ijma`.

Cari ilmu agama dg sistim dialog yg ilmiyah ttg Dajjal , penuh persaudaraan di dua grup WA sy .
Mau ikut , hub 08813270751.082225929198 ,081384008118,0 857-8715-4455

0812-4194-6733